12.30.2008

renungan...

hari ini 1 Muharam 1430 H

aku masih mencoba...
mencoba mengurai benang kusut tahun kemarin
mencoba merangkai makna keberadaanku yg lalu
mencoba menyusun langkah yg telah aku lewati
mencoba mengupas inti atas kehadiranku

hari ini hari pertama di tahun yang baru

aku masih mencari...
mencari kekusutan yg telah ku ciptakan
mencari makna yg telah ku rangkai
mencari langkah yg telah ku susun
mencari hadir yg telah ku kupas

hari ini awal di tahun yang baru

12.12.2008

aku mencari...

tutup tahun sebentar lagi
setahun berlalu tak terasa
begitu banyak laku yg kubuat
begitu banyak rizki yg kuraih
begitu banyak canda yg kelewati
begitu banyak coba yg kujalani...

aku mencoba mencari
mencari makna atas laku yg kubuat
mencari arti dari rizki yg kuraih
mencari arti atas canda yg kulewati
mencari makna dari coba yg kujalani...

aku bertanya pada nuraniku
adakah laku yg kubuat sesuai dengan penciptaanku ?
adakah rizki yg kuraih sesuai peruntukanku ?
adakah canda yg kulewati sesuai keberadaanku ?
adakah coba yg kujalani sesuai keikhlasanku ?

aku memohon kepada Rabb-ku
ampuni aku atas lakuku
berkahi aku atas rizkiku
maafkan aku atas candaku
ridhoi aku atas cobaku

12.02.2008

kumat...

mendung masih belum beranjak pergi
awan hitam masih gelayuti
sunyi masih menaungi
sendiri senantiasa temani...

Tuhan...
ampuni aku atas mendungku
maafkan aku atas hitamku
hapuskan aku dari sunyiku
temani aku dalam kesendirianku...

11.20.2008

benahi diri...

seorang teman berpesan hari ini...
jujurlah pada dirimu sendiri
jadilah contoh yang baik
jangan ada penyesalan
jalani hidup sepenuhnya
memberi lebih banyak dari pada yang didapat

aku bertanya pada cermin hatiku...
sudahkah aku jujur kepadamu ?
sudahkah aku memberimu contoh yang baik ?
sudahkah aku ikhlas menerima ?
sudahkah aku menjalani sepenuhnya ?
sudahkah aku memberimu lebih ?

aku berbicara pada nuraniku...
maafkan aku atas kejujuranku
maafkan aku atas contohku
maafkan aku atas ikhlasku
maafkan aku atas hidupku
maafkan aku atas pemberianku

aku berbicara pada Ruh-ku...
ampuni kejujuranku yang tidak sesuai dengan maksudMu
ampuni contohku yang tidak sesuai dengan kehendakMu
ampuni ikhlasku yang tidak sesuai dengan harapMu

ampuni hidupku yang tidak menjalani aturanMu
ampuni pemberianku yang senantiasa menghitung balasMu

11.07.2008

koreksi diri...

sepi masih bertahan dalam kesendirian
hening masih menyatu dalam kebisuan
kelam masih mendekam dalam keraguan
aku mencoba membaca hati...

entah sudah berapa dusta kutorehkan untukmu
entah sudah berapa kebohongan aku titipkan padamu
entah sudah berapa licik yang aku masukan
entah sudah berapa tipu daya yang aku berikan padamu
entah sudah berapa palsu yang aku jejalkan atasmu
entah sudah berapa munafik yang aku sampaikan untukmu...

malam masih temani aku
sunyi masih kawani aku
dingin masih sadarkan aku
aku mencoba koreksi diri...

11.06.2008

berkata hati...

malam masih temani aku
dalam keheningan
dalam kebisuan
dalam kegundahan
dalam kegelapan...

kantuk belum lagi datang
saat ingat akan egoku
saat ingat akan hayalku
saat ingat akan mimpiku
saat ingat akan kemauanku
saat ingat akan keinginanku...

pikiran masih meracau
saat hati mulai berdebar
saat hati mulai bergetar
saat hati mulai berbisik
saat hati mulai menarik
saat hati mulai berkata...

ingatkah kau akan janjimu ?
ingatkah kau akan niatmu ?
ingatkah kau akan syahadatmu ?
ingatkah kau akan sholatmu ?
ingatkah kau akan Tuhanmu ?

hati beranjak menutup
kala pikir mulai merasuk
kala akal mulai merajuk...

berkata hati...
inikah hidup yang kau cari ?
inikah langkah yang kau jalani ?
inikah ingin yang kau sukai ?
inikah balas yang kau beri ?

Tuhan...
ampuni aku atas akal dan pikiranku...

10.06.2008

30 hari melalui Ramadhan...

30 hari Ramadhan baru saja berlalu...
hari demi hari aku lalui dengan gundah gulana
waktu demi waktu aku jalani dengan resah gelisah
akankah semua yg aku lakukan mendapatkan perhatian dariNya ?

30 hari penuh berkah baru saja lewat...
menit demi menit aku lewati dengan keluh kesah
detik demi detik aku lewati dengan haru biru
akankah waktu ini dapat aku lewati lagi ?

30 hari penuh ampunan baru saja berakhir
rasanya belum pantas aku mendapatkan hari kemenangan
rasanya belum pantas aku mendapatkan hari kebahagiaan
...

ya Allah...
maafkan aku atas segala keterbatasanku...
ampuni aku atas semua kebodohanku...
ijinkan aku menjemput Ramadhan esok...
biarkan aku menjalani Ramadhan nanti...

9.10.2008

ujian pertama...

Ramadhan baru 7 hari
hari demi hari aku lalui dengan kebencian
benci pada pikiran ini
benci pada hati ini...

Ramadhan baru sepekan
hari demi hari aku lalui dengan kesedihan
sedih pada nurani ini
sedih pada jiwa ini...

Ramadhan baru seminggu
hari demi hari aku lalui dengan kegagalan
gagal menempa bathin ini
gagal menempa ruh ini...

Ramadhan baru dimulai
hari demi hari aku lalui dengan harapan
harapan untuk memperbaiki pikiran ini
harapan untuk mensucikan hati ini
harapan untuk membersihkan nurani ini
harapan untuk memutihkan jiwa ini
harapan untuk menetralkan bathin ini
harapan untuk memfitrikan ruh ini...

8.29.2008

istirahatkan nafsuku...

sebentar lagi Ramadhan...

aku masih bermain dengan nafsu dan pikiranku

aku masih bermanja dengan mimpi dan anganku

sebentar lagi Ramadhan...

aku ingin merendam nafsu dan pikiranku

aku ingin melebur mimpi dan anganku

sebentar lagi Ramadhan...

aku mau mengistirahatkan nafsu dan pikiranku

aku mau mengistirahatkan mimpi dan anganku

sebentar lagi Ramadhan...

ijinkan aku berendam dalam nikmatMu

ijinkan aku melebur dalam karuniaMu

8.22.2008

temanku malam...

malam masih belum beranjak pergi

ketika aku merasa larut dan hanyut dalam sepi...
malam masih temani aku
ketika keheningan dan kesunyian menemuiku...
malam masih menjagaku
ketika udara dingin mulai merasuk dan menjalari tubuhku...
malam masih menatapku
ketika aku terlena dibuai mimpi duniawi...
malam masih menjadi temanku
ketika semuanya lelap dan tenggelam dalam kesunyiannya...

malam temanku...
terima kasih kau masih mau menemaniku

8.04.2008

cermin hati...

aku menatap malam yg tak kunjung berakhir
sambil mencoba pandangi cermin hatiku yg tak pernah bersih
cermin yg penuh dengan titik dan noda kehidupan

mencoba berkaca pada keagungan ciptaanNya
mencoba bercermin pada kesucian perwujudanNya
mencoba memandangi kemuliaan karyaNya

rasanya tak pantas aku menjalani kehidupanku
rasanya tak pantas aku melalui hari-hariku
rasanya tak pantas aku melakoni keberadaanku

tapi...
semua ini harus tetap kujalani
semua ini karena ijinNya
semua ini atas kehendakNya
semua ini adalah pilihan...

sambil terus berkaca pada keagunganNya
sambil terus bercermin pada kesucian perwujudanNya
sambil terus memandangi kemuliaan KaryaNya
sambil terus berusaha dan berusaha

aku mencoba menapaki hari-hariku
seperti kehendakNya atas penciptaanku...

sebuah catatan dipenghujung malam

7.29.2008

wara-wiri...

sepenggal pikiran saat sedang tidak waras...

hati ini ibarat setrikaan
sering wara-wiri (bolak-balik)
mondar-mandir ga tau juntrungannya...
padahal jelas tujuan dan sasarannya...
tapi tetap aja wara-wiri...bolak-balik...mondar-mandir...
kadang inget-kadang lupa
kadang eling-kadang khilaf
kadang lurus-kadang bengkok...

Allah menciptakanku dalam keadaan suci
telanjang tanpa ada yang menutupi
untuk hidup didunia dengan semua pilihanNya
baik buruk, susah senang, pintar bodoh, tahu tidak tahu...
semua pilihan...

kadang aku salah memilih
kadang aku salah melangkah
kadang aku salah menerima
kadang aku salah memaknai

tapi...
itulah maksud penciptaanku...
kenapa tidak semua aku dijadikan pintar ?
kenapa tidak semua aku dijadikan baik ?
kenapa tidak semua aku dijadikan kaya ?
kenapa tidak semua aku dijadikan raja ?

supaya aku dapat memilih
supaya aku dapat melangkah
supaya aku dapat menerima
supaya aku dapat memaknai
arti penciptaanku yang sesungguhnya...
berbhakti dan mengabdi hanya kepadaNya...

biarlah hati ini wara-wiri
biarlah pikiran ini bolak-balik
biarlah nurani ini mondar-mandir
karna sesungguhnya aku tetaplah aku
yang diminta untuk...
memilih, melangkah, menerima dan memaknai kehendakNya...

7.09.2008

berkeluh kesah...

aku kesal dengan kehidupan ini...
aku kecewa dengan keadaan ini...
aku memaki pada kondisi ini...
aku mendendam pada situasi ini...
aku berkeluh kesah...

aku tak pernah mau berfikir...
berapa banyak racun yg aku masukan ke tubuh ini ?
berapa banyak kehinaan yg aku corengkan ke jiwa ini ?
berapa banyak kerakusan yg aku keluarkan dari pikiran ini ?
berapa banyak dan banyak lagi kerusakan yg muncul dari aku ini ?

aku tetaplah aku...
dengan segala kesombongan...
dengan semua kelicikan...
dengan segenap kemunafikan...
dengan seluruh kerakusan...

entah telah berapa kali...
hati ini menolak aku
nurani ini mengusir aku
ruh ini mengoyak aku
entah...

aku tetap berkeluh kesah...

6.20.2008

maafkan aku...

ratusan malam tlah aku lewati..
ribuan jam tlah aku lalui...
jutaan menit tlah aku lampaui...
miliaran detik tlah aku jalani...

tak sekalipun aku menghitung...
berapa miliar kali jantungku berdegup dan berdetak tanpa terhenti...
berapa juta kali udara aku hirup tanpa sempat untuk berhenti...
berapa ribu kali nadi ini berdenyut tanpa mengeluh...
berapa ratus kali mata ini...telinga ini...hidung ini...menikmati...

ya Allah...
maafkan aku...

4.24.2008

sejenak bertafakur...

belum lagi malam beranjak pergi
belum lagi mata ini terpejam
aku tertegun menatap malam yang dingin dan bisu...

belum hilang dalam ingatan ini
belum lepas dari alam sadarku
aku tergagu renungi hari-hariku...

ya Allah...
terlalu banyak lupa yang aku lakukan
terlalu banyak lalai yang aku jalankan
terlalu banyak mimpi yang aku dambakan
terlalu banyak jika yang aku hayalkan
terlalu banyak seandainya yang aku inginkan
terlalu banyak ingin yang aku harapkan...

ya Allah...
betapa diri ini senantiasa mengharap
betapa diri ini selalu menginginkan
betapa diri ini terus menerus menghayalkan
betapa diri ini seringkali mendambakan
betapa diri ini tak pernah berhenti atas semua itu...

ya Allah...
selamatkan aku atas semua dambaanku
maafkan aku atas semua hayalku
ampuni aku atas segala inginku
jangan murkai aku atas seluruh harapku...

ya Allah...
ijinkan aku untuk sejenak bertafakur....

4.08.2008

beku...

wajah keluh kesah menatap cermin masa depan
terpaku memandang kehampaan yang terhampar
terbelalak melihat sebongkah kegundahan
terkesima perhatikan angan dan harapan...

aku hanya bisa menatap bisu dan ...
aku hanya mampu berkata kelu dan ...
aku hanya dapat meratap pilu...

beku pikiranku...
beku akalku...
beku imajinasiku...

aku membeku...

3.25.2008

aku dan aku...

aku adalah mahluk yang paling sempurna...
karena aku memiliki akal dan pikiran...
yang membuat aku bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk...
yang membuat aku bisa berpikir untuk maju dan berkembang...

aku adalah mahluk yang paling mulia...
karena aku memiliki hati nurani...
yang senantiasa menjaga aku dari ucapan dan tindakan yang tercela...
yang senantiasa mengingatkan aku dari keinginan dan kemauan fana...

aku bertanya kepada aku...
siapa yang menciptakan aku ?
untuk apa aku diciptakan ?
kemana aku akan kembali ?

aku terhenyak...
aku tertegun...
aku tertunduk...
aku merenung...
aku mendekam...
aku bertafakur...

3.24.2008

berkaca...

aku berkaca pada cermin hatiku...
aku bercakap pada bawah sadarku...

bersihkah jiwaku ?
pantaskah lakuku ?
jujurkah nuraniku ?
benarkah sikapku ?

aku menyapa alam semesta...
aku membisik angin yang berhembus...

bersihkan jiwaku...
pastaskan lakuku...
jujurkan nuraniku...
benarkan sikapku...

aku berkaca pada Sang Pencipta...

3.06.2008

penat...

rasa sesal hadir temani hari-hari ku...
rasa kesal datang kawani malam-malam ku...
rasa gundah bertamu sisipi waktu-waktu ku...

aku penat...

2.22.2008

hitam 2...

hati...
separuh waktu aku menatapmu...
separuh masa aku membantahmu...
separuh usia aku bersamamu...
separuh itulah aku menghitamkanmu...

hati...
perlahan kau mulai berbenah...
perlahan kau mulai beranjak...
perlahan kau mulai berpaling...
perlahan kau mulai berubah...

hati...
perlahan kudapati cahayamu...
perlahan kutemui sinarmu...
perlahan kudapatkan beningmu...
perlahan aku dapat berkaca padamu...

hati...
hitam itu perlahan pudar...
hitam itu perlahan luntur...
hitam itu perlahan larut...
hitam itu perlahan sirna...

hati..
kutunggu penuh sinarmu...
kunanti utuh cahayamu...

seberkas cahayaMu...

ya Tuhan...
mendung belum lagi surut...
kelabu belum lagi larut...
rasa itu datang lagi...
rasa yang tak pernah ingin aku miliki...
rasa yang menjauhkan aku dariMu...
kekalutan terus berlanjut...
kejemuan terus kerkabut...
kerinduan akan hadirMu perlahan hanyut...

ya Allah...
ampuni aku atas rasa ini...
maafkan aku atas ingin ini....
hapuskan aku dari azabMu...
jauhkan aku dari siksaMu...
ridhoi aku dalam mendekapMu...

ya Allah...
terangi aku dengan kalamMu...
kirimi aku malaikat rahmatMu...
tuntun aku dengan sinarMu...
bimbing aku dengan petunjukMu...

ya Allah...
menanti aku cahayaMu...